Selasa, 10 Mei 2011

Makalah tentang kurikulum

BAB I
Pendahuluan
A.Latar belakang
            Kurikulum dirumuskan sebagai segala usaha yang dilakukan oleh sekolah untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam situasi didalam maupun diluar sekolah. Karena Kurikulum juga dipandang sebagai hal yang diharapkan akan dipelajari siswa yakni pengetahuan, sikap dan keterampilan sehingga kurikulum ini sangat penting dalam pengembangan pendidikan utuk mencapai tujuannya. Karena tanpa kurikulum juga maka dunia pendidikan tidak dapat membuka diri terhadap gagasan perubahan serta penyusuaian dengan tuntunan pengembangan umat manusia.
            Dengan demikian, kelompok akan membahas dari bagian kurikulum tersebut yaitu berbagai pendekatan dalam pengembangan kurikulum.
B. Rumusan Masalah
            A. Apa Pengertian Kurikulum?
            B. Apa Pengertian Pengembangan Kurikulum?
            C. Apa Bentuk-bentuk Pendekatan?
            D. Apa Bentuk-bentuk Pendekatan Dalam Pengembangan Kurikulum?
C. Tujuan Penulisan
            Dalam Makala ini mempunyai tujuan penulisan yaitu, agar dalam dunia pendidikan kita dapat lebih memahami dan mengerti apa yang menjadi pendekatan dalam pengembangan kurikulum tersebut.



BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Kurikulum
            Alice Miel juga menganut pendirian yang luas mengenai kurikulum. Dalam bukunya Changing the Curriculum: a
1. Social Process (1946) ia mengemukan bahwa kurikulum juga meliputi keadaan gedung, suasana sekolah, keinginan, para pendidik personalia (termasuk penjaga sekolah, pegawai administrasi dan orang lainya yang ada hubungannya dengan murid-murid). Jadi kurikulum meliputi segala pengalaman dan pengaruh yang bercorak pendidikan yang diperoleh anak di sekolah. Definisi Miel tentng kurikulum sangat luas yang mencakup yang meliputi bukan hanya pengetahuan, kecakapan, kebiasaan-kebiasaan, sikap, apresiasi, cita-cita serta norma-norma, melainkan juga pribadi guru, kepala sekolah serta seiuruh pegawai sekolah.
2. J. Lloyd Trump dan Delmas F. Miller dalam buku Secondary School Improvemansi (1973) juga menganut definisi kurikulum juga termaksuk metode mengajar dan belajar, cara mengevaluasi murid dan seluruh program, perubahan tentang mengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervise dan administrasi dan hal-hal structural mengenai waktu, jumlah ruangan serta kemungkinan memilih mata pelajaran. Ketiga aspek pokok, program, manusia dan fasalitas sangat erat hubungannya, sehingga tak mungkin diadakan perbaikan kalau tidak diperhatikan ketiga-ketiganya.[1]
            Kurikulum dapat pula dipandang sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa, yakni pengatuhan, sikap, keterampilan tertentu. Apa yang diharapkan akan dipelajari tidak selalu sama dengan apa yang benar-benar dipelajari[2]
B. Pengertian Pengembangan Kurikulum
            Pengembangan kurikulum pada hakikatnya adalah pengembangan pengalaman belajar-melajar bagi para peserta pelatihan, yang disusun berdasarkan kemampuan (kompentesi) yang pada dasarnya kepada pelayanan pribadi individual. Menurut pertisipasi dan aktivitas kreaktif dan peserta, pemecahan masalah-masalah yang ada didalam masyrakat. Pemanfaatan sumber-sumber belajar yang serasih, dan prilitas penjabaran teori kedalam praktik.[3]
C. Bentuk- bentuk Pendekatan Kurikulum
            1. Bentuk Pendekatan Kurikulum
            Pengembangan kurikulum pendidikan dan latihan tentang kerja berdasarkan pada strategi-pendekatan sebagai berikut:
1.      Sistemi. Rencana diklat bermuara pada rencana ketenangan yang selanjutnya bermuara pada perencanaan depertemen nondepartemen yang terpadu dengan sistem Pembina ketenangan secara menyeluruh.
2.      Taksonomik. Mengacu pada penembangan penetahuan (kognitif), keterampilan, dan sikap (afektif).
3.      Relevansi. Serasih dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan program, dan perkembangan masyrakat dewasa ini.
4.      Dekonsentrasi. Kendali pengelolaan berorientasi kepada pengembangan program wilayah dan perkembangan materi pendidikan dan pelatihan.
5.      Inovasi. Sistem dan program kurikulum mengacu kepada kegiatan-kegiatan praktis untuk meningkatkan efesiensi dan keefektifan pendidikan dan pelatihan.
6.      Sosiologis. Program kurikulum berupaya memasyarakatankan secara bertahap tenaga lulusan berdasarkan partisipasi aktif dan nyata dari masyrakat sendiri.
7.      Keterpaduan. Memadukan perencanaan, pelaksanaan, penilayan, dan pengendalian yang mencakup aspek-aspek kebijaksanaan, strategi, program, proyek,dan kegiatan.[4]
2. Pendekatan Studi Kurikulum
Ø  Pendekatan Mata Pelajaran
            Pendekatan ini bertitik tolak dari mata pelajaran masing-masing berdiri sendiri sebagai suatu disiplin ilmu, terlepas satu sama lain dan tidak ada hubungannya. Pola kurikulumnya merupakan kurikulum yang terpisah-pisah. Pembagian tanggung jawab guru adalah”guru mata pelajaran”.
Ø  Pendekatan Interdisipliner
Sejumlah meta pelajaran yang mempunyai cirri-ciri yang sama dipadukan menjadi suatu bidang studi (boad field).
Pendekatan interdisipliner terdiri atas tiga jenis, yaitu pendekatan struktus, pendekatan pungsional, dan pendekatan daerah (interfield).
1.Pendekatan struktural bertitik tolak pada struktur tertentu suatu disiplin ilmu.
2.Pendekatan funsional bertitik tolak pada suatu masalah tertentu didalam masyrakat atau dilingkungan sekolah. Masalah yang dipilih dan akan dipelajari adalah masalah-masalah yang berfungsi dan bermakna bagi kehidupan manusia.
3.Pendekatan daerah bertitik tolak dari pemilihan suatu daerah tertentu sebagai subjek pelajaranyang dipelajari. Aspek yang dipelajari adalah hal-hal yang relevan dengan daerah tersbut dan berada dalam bidang studi yang sama.[5]
Pendekatan Integratif atau Pendekatan Terpadu
            Pendekatan ini bertitik tolak dari suatu keseluruhan atau suatu kesatuan yang bermakna dan berstruktur. Keseluruhan bukanlah penjumlahan dari bagian-bagian, melainkan suatu totalitas yang memiliki makna sendiri. Bagian yang ada dalam keseluruhan itu berada dan berfungsi dalam suatu struktur tertentu. Pendekatan terpadu banyak dikembangkan. Didalam pembinaan kurikulum kita kenal istilah integrated curriculum dengan sistem penyampaian yang menggunakan pengajaran unit.
Ø  Pendekatan Sistem
Sistem adalah suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen atau bagian yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain.[6]
D. Bentuk Pendekatan Dalam Pengembangan Kurikulum
            Ada dua pendekatan dalam pengembangan kurikulum yaitu:
  1. Berbaris Pada Kabupaten/Kota
Pendekatan ini memiliki dan melemahkan. Adapun kelebihanya ialah kesamaan antar sekolah dimungkinkan sehingga memudahkan koerdinasi memudahkan pengawasan dan pembinaan yang dlakukan oleh pengawas selaku pembina sekolah. Sedangkan kelemahannya adalah tidak menutup kemungkinan belum secara tepat menyentuh pembedaan karakteristik antara sekolah, juga sangat memungkinkan tidak memuaskan pelanggan.
  1. Berbaris Pada Sekolah
Pendekatan ini memiliki kelebihan yaitu kurikulum disusun sesuai karakteristik sekolah dan lebih banyak memberdayakan di lekei sekolah.
      Sedangkan kelemahannya akan mempersulit dengan wasan dan pembinaan oleh pengawasan karena keragamaannya, mempersulit mutasi siswa karena perbedan kurikulum antar sekolah.[7] 








BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas, kelompok dapat menyimpulkan bahwa dalam pendekatan  kurikulum terbagi dalam tujuh bentuk yaitu : sistematik, taksonomik, relevansi, dekonsentrsi, inovasi, sosiologi, dan keterpaduan. yang dapat membantu dalam pengembangan kurikulum. Adapun yang menjadi pendekatan studi kurikulum terdapat empat pendekatan ialah : pendekatan mata pelajaran, pendekatan interdisipliner, pendekatan intergratif atau pendekatan terpadu, dan pendekatan sistem. Serta bentuk pendekatan dalam pengembangan kurikulum terdapat dua pendekatan yang sangat penting yaitu :
1). Pendekatan yang berbasis pada kabupaten atau kota
2). Pendekatan yang berbasis pada sekolah.
Dari bentuk-bentuk pendekatan di atas dapat membantu dalam proses pengembangan kuikulum itu sendiri.dan mempermudah kita dalam memahami dan mengerti akan berbagai pendekatan-pendekatan yang ada dalam pengembangan kurikulum.











DAFTAR PUSTAKA

Nasotion, M. A, Prof  Drs. Asas-Asas Kurikulum, Jakarta: 2003, Bumi Aksara
Oemar Hamalik, Dr. Pengembangan Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan/ Bandung 1993, PT Trigenda Karya
Http:// www. Psb-Psma.org/content/blog/manejemen pengembangan kurikulum, tanggal 10 April 2010


[1].Prof  Drs. Nasotion, M. A, (Asas-Asas Kurikulum, Jakarta: 2003, Bumi Aksara)hal: 6
[2] .Ibid,hal:9
[3]. Dr. Oemar Hamalik,Pengembangan Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan/ Bandung 1993, PT Trigenda Karya, hal.47
[4] .Ibid,hln:48
[5] .Ibit, hal:21
[6] . Ibid:22
[7] .Http:// www. Psb-Psma.org/content/blog/manejemen pengembangan kurikulum, tanggal 10 April 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar