Selasa, 10 Mei 2011

Makalah tentang panggilan Allah

BAB I
PENDAHULUAN
Yesusu sering kali dipanggil sebagai Tuhan (Kyrios)
            Dalam pemikiran orang-orang Kristen, asal mula penggunaan gelar ini sudah sering dibicarakan. Penggunaan gelar ini disebabkan oleh adanya sikap terbuka dari jemaat Kristen terhadap penerapan kebudayaan Yunani; orang-orang itu mempertahankan bahwa pengakuan orang-orang bukan Yahudi yang paling didni ialah, Yesuslah Tuhan.
            Pada waktu orang-orang Kristen masa kini kenyataan bahwa “Yesusu adalah Tuhan”,mereka mungkin sekali tengah member kesaksian tentang Dia sebagai syarat mutlak bagi iman Kristen, sebagai Dia yang menjadi jalan,kebenaran dan hidup mereka (Yoh 14:6).Lebih beralasan untuk berpendapat bahwa apa yang dipercayai oleh orang-orang Kristen tentang Yesus pada zaman PB bukanlah hanya pengungkapan kebutuhan jemaat dalam tingkat perkembangan yang berbeda, tetapi timbul karena mereka mengenal siapakah Yesus sebenarnya.
            Apabila Yesus Kristus disebut “Tuhan”,maka sebutan itu adalah terjemahan dari kata Yunani Kyrios. Isi gelar ini jauh lebih dalam daripada kata “Tuhan” dalam arti seperti yang dipergunakan diatas tadi kami berani mengemukakan ucapan yang keras ini: sifat arti kata “Tuhan” sudah dibuat begitu netral,umum,luas serta samar sehingga sebenarnya tidak ada artinya lagi sama sekali; tetapi gelar “Kyrios” merupakan pengakuan yang paling khusus, paling istimewa,paling konkrit serta paling Radikal.[1]





BAB II
ISI
  1. Yesus Kristus Sebagai Tuhan
Didalam bahasa Aram Yahudi(bahasa Yesus sendiri),gelar (Sang) Tuhan memiliki bermacam-macamarti. Gelar ini dapat mengacu kepada Allah sendiri, juga dapat dikenakan pada tokoh-tokoh terhormat di bidang politik atau kemasyarakatan,kepada pengajar-pengajar yang disegani, atau kepada orang-orang (termasuk para pembuat mujizat) yang dikenal karena kuasa kerohanian mereka.
Kata Yunani Kyrios (Latinnya “Dominus”) berarti: orang yang berkuasa atas sesuatu atau seseorang, berdasarkan haknya yang sah; orang yang mempunyai kuasa penuh atas miliknya sendiri. Pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan,tentulah menitik-beratkan ke-Ilahan Kristus dan menegaskan sekali lagi bahwa Ia sungguh-sungguh Allah. dalam terjemahan PL kedalam bahasa Yunani (terjemahan “Septuaginta”, pada abad ketiga sebelum Masehi),nama Allah(YAHWE-Adonai) telah diterjemahkan dengan Kyrios! Jadi, kemudian dikalangan Kristen kata “Kyrios” itu dipergunakan,baik sebagai gelar Yesus Kristus maupun sebagai terjemahan nama YAHWE. Nyatalah bahwa sejak semula gereja Kristen mengikrarkan Yesus Kristus dengan Allah Bapa,Allahnya orang Israel. Didalam hakekat Allah yang Esa itu Yesusu Kristus adalah ‘Anak Allah” , yang bersma-sama dengan Bapa serta Roh Kudus hidup dan memerintah dari kekal sampai kekal.[2]
  1. Pengakuan Iman Mula-mula (Rm 10:9;I Kor 12:3)
Roma 10:9,memperlihatkan bahwa keselamatan tersedia bagi orang yang mengaku bahwa “Yesus adalah Tuhan” dan percaya bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Beberapa orang berpendapat bahwa ini berarti bahwa satu-satunya kepercayaan yang diperlukan ialah pengakuan ketuhanan Kristus dan bukan pengkuan tentang Kristus bukan sebagai juruslamat. Tetapi tafsiran ini tidak cocok dengan pemberitaan Injil oleh Paulus. Dalam perikop ini,Paulus membicarakan hubungan antara pengakuan dan iman,ia bukan mendefinisikan apa yang harus dipercaya. Ia sangat sadar bahwa setiap orang yang mengakui ketuhanan Yesus telah melihat Dia dalam terang yang mulia dan pengakuan seperti ini biasanya brjalan bersama-sama dengan iman kepada Tuhan yang bangkit. Ketuhanan tidak akan mempunyai arti jika terpisah dari kebangkitan dalam perikop yang sama (Rm 10:12),Paulus menyatakan bahwa “Tuhan yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang” (yaitu baik orang Yahudi maupun orang Yunani). Usaha apapun yang ingin memisahkan Kristologi orang-orang Yahudi dan orng-orang bukan Yahudi dengan alasan bahwa yang disebut berseru kepada nama Tuhan. I Kor 12:3 berisi pengakuan yang sama,”Yesus adalah Tuhan”, tetapi disini Paulus menaruh perhatian pad pertolongan Roh Kudus yang mutlak perlu jika seseorang akan membuat pengakuan seperti itu.
  1. Pengakuan Ketuhanan Secara Umum (Flp 2:11)
Pada kesimpulan nyanyian yang termashur tentang Kristus (Flp 2:6 dst) tercapai klimaks dengan pengakuan setiap orang bahwa “Yesus Kristus sdslsh Tuhan,bagi kemuliaan allah Bapa”. Kata-kata dari pengakuan ini sama seperti dalam dua ayat yang dikutip diatas,namun disini digunakan nama gabungan “Yesus Kristus”. Memang setiap lutut belum berlutut pada nama Yesus dan setiap lidah belum mengaku kekuasaan-Nya walaupun Ia telah dimuliakan. Disini digabungkan pengakuan bersama akan ketuhanan Yesus diantara orang Kristen (lihat Flp 2:5) dan harapan akan pengakuan yang universal pada masa yang akan datang. Tetapi pengakuan pada masa yang akan datan itu bukanlah suatu pengakuan berdasarkan iman, karena Paulus tidak mendukung pandangan mengenai iman universal; yang dimaksud ialah suatu pengkuan oleh semua manusia tentang apa yang telah diakui oleh orang0orang Kristen dangan pertolongan Roh Kudus.




  1. Bukti-bukti Lain Dari Surat-surat Paulus
Pada waktu Paulus menulis kepada orang-orang Korintus,ia mengambarkan bahwa apa yang diberitakannya adalah “Yesus Kristus sebagai Tuhan” (2 Kor 4:5). Hal ini menyimpulkan apa yang sebelumnya Ia sebut “Injil tentang kemuliaan Krisrtus”. Injil maupun yang tidak mengakui kedaulatan Yesus Kristus tidak sejalan dengan Injil Paulus. Pernyataan ini mengisi gelar “Tuhan” dengan kebenaran yang mendalam dari sekedar nama yang formal,melainkan menyatakan kedaulatan. Jadi dalam pemberitaannya, Paulus mengiakan pengakuan iman yang mula-mula. Penggunaan gelar Tuhan disini bukan merupakan suatu hal yang kebetulan. Gelar itu muncul tujuh kali dalam Rm 14:5-9 yang mencapai klimaksnya dalam pernyataan “ supaya Ia (Kristus) menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati,maupun atas orang-orang hidup (Rm 14:9).[3]














BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan diskusi kelompok kami,dapat kami simpulkan;
Yesus Kristus sebagai Tuhan (Kyrios) Merupakan  pengakuan yang paling khusus,paling istimewa,paling Konkrit dan paling Radikal dimana dalam perjanjian Baru sebutan Yesus Kristus sebagai Tuhan adalah gelar utama yang diberikan kepada-Nya.
Kata “Tuhan” sebagai terjemahan Kyrios bermaksud menegaskan kepada kita, bahwa Yesus Kristus adalah Dia yang mempunyai kewibawaan dan kuasa penuh,Dia yang memerintah,Dia adalah yang penguasa. Yesus Kristus adalah Kyrios; artinya: Dia yang mempunyai serta menjalankan kuasa-pemerintahan; Dia yang berkuasa penuh atas perbuatan, perkataan pikiran kita; Dia yang berkuasa penuh atas bumi dan alam semesta,atas semua manusia,atas para malaikat dan kuasa-kuasa jahat, atas Surga dan neraka.
Yesus Kristus untuk selama-lamanya akan tetap berkuasa sebagai Tuhan (Kyrios) didalam kerajaan yang akan dinyatakan kelak. Ada banyak kiasa yang akan dipertuankan didunia ini,kecil dan besar,baik dan jahat, semua kuasa yang lain itu hanya bersifat sementara. Tetapi kerajaan Kristus bukanlah dari dunia ini. Sebab kelak dalam nama Yesus akan bertekuk lutut segala yang ada dilangit dan yang ada diatas bumi dan yang ada dibawah bimi dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan (Kyrios) (Flp 2:10,11;Why 19:16) sebab itu gereja berdoa: datanglah kerajaan Mu!.
Pemerintahan Kristus bukan hanya meliputi “jiwa” kita. Akan teta[pi juga tubuh kita adalah milik Nya (I Kor6:5) Ia tidak hanya Kyrios kita dilapangan “Rohani” akan tetapi juga dalam usaha kita dilapangan politik,kebudayaan, ekonomi dan keungan. Juga dalam Matius 6:24 dipergunakan kata “Kyrios”: tidak ada orang dapat mengapdi kepada yang satu hari minggu dan kepada yang lain pada hari senin sampai saptu. Justru dalam hidup kita sehari-hari haruslah nyata bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (Kyrios) kita.








DAFTAR PUSTAKA



[1] G.C.Van Niftrik dan B.J. Boland :Dogmatika Masa Kini. PT.BPK Gunang Mulia.Jakarta 2006.Cet-15.Halaman 212.
[2] G.C.Van dan B.J.Boland: Dogmatika Masa Kini.PT.BPK Gunung Mulia.Jakarta 2006. Cet-15 Halaman 223.
[3] Guthrie,Donald :Teologi Perjanjian Baru I . PT.BPK Gunung Mulia.Jakarta. 1991 Cet-1 Halaman 332-335

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar